Bisnis Jatim

Niko Wiradinata Harumkan Nama Bangsa dengan Memenangkan Ajang Kompetisi Inovator Bisnis Dunia 2019

 Breaking News
  • Mudiani Terus Bergerak Blusukan ke Pelosok Bojonegoro, bisnisjatim.co – Caleg DPR RI, Dapil IX, Bojonegoro-Tuban, Mudiani terus bergerak mendekati masyarakat. Bertepatan dengan Debat Cawapres politisi asal PDI Perjuangan ini menggelar nonton bareng bersama para pendukungnya di...
  • Singgasana Surabaya Raih 3 Penghargaan di Festival Rujak Uleg Bisnisjatim.co -Dalam rangka Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) yang ke 726, Pemkot Surabaya kembali menggelar Festival Rujak Uleg pada hari Minggu, 17 Maret 2019 di kawasan Kya-Kya, Jl. Kembang Jepun...
  • Amar Bank Salurkan Pinjaman Dana 1 Triliun Bisnisjatim.co -Bank Berpredikat Sehat kategori Aset di bawah Rp 2 Triliun memberikan paparan mengenai layanan fintech untuk BPR dan BPR Syariah di Surabaya dalam rangka berbagi pengalaman mengembangkan Fintech in...
  • Siaran Pers: KAWASAN TIMUR; DESTINASI INVESTASI BARU KOTA SYDNEY Sejak kota Sydney dibangun pada tahun 1778, kawasan pinggiran timur Sydney adalah pinggiran kota yang paling awal dikembangkan dan merupakan kawasan bergengsi, dari pantai Bondi hingga Bellevue Hill, sehingga kita...
  • Warga Bekasi Makin Mudah Cari Info tentang SNI Bekasi, Bisnisjatim.co -Badan Standardisasi Nasional (BSN) meresmikan Kantor Layanan Teknis (KLT) di Bekasi, Jawa Barat, pada selasa (26/02/2019). Ini merupakan KLT yang ke-3, setelah pada tahun 2017, BSN meresmikan KLT...

Niko Wiradinata Harumkan Nama Bangsa dengan Memenangkan Ajang Kompetisi Inovator Bisnis Dunia 2019

January 10
18:50 2019

New York (Bisnisjatim.co) – Indonesia patut berbangga karena salah satu putra terbaiknya, Niko Wiradinata (31) selaku CEO & Founder dari Dunplex Group telah berhasil menyabet kemenangan sebagai juara pertama dan dinobatkan sebagai “World Innovator of The Year 2019” dalam acara kompetisi bergengsi yang diikuti oleh para innovator dari seluruh dunia yaitu World Business Innovator Challenge 2019, yang diselenggarakan oleh WIF (World Innovator Federation), pada Rabu (9/1) lalu di New York.

Kompetisi inovator bisnis yang diikuti lebih dari 190 negara mulai dari benua Asia sampai benua Amerika. Dengan peserta dari berbagai profesi mulai dari pebisnis, praktisi, akademisi, analis, inovator dan lain-lain.

Kompetisi ini terdiri dari 3 babak penyisihan yaitu babak pertama di Singapura, babak kedua di China dan babak terakhir di New York. Adapun ketiga babak ini memiliki proses penyaringan yang sangat ketat sehingga dalam tiap babak banyak sekali peserta yang tereliminasi sampai tersisa 20 innovator saja pada babak terakhirnya.

Apa yang dicapai Niko Wiradinata dalam kancah internasional ini tidak terjadi tiba-tiba. Selama berkecimpung di dunia bisnis, Niko diwajibkan untuk menerapkan banyak inovasi sehingga sering mendapatkan lead benefit berkat setiap inovasi yang diterapkannya. “Saya memang selalu berinisiatif untuk melakukan inovasi semenjak masih mahasiswa. Pada saat itu saya sudah banyak menciptakan banyak software inovatif dan juga konsep bisnis kreatif,” ujar Niko.

Proyek inovasi pertama Niko adalah jejaring sosial yang dia buat semasa masih mahasiswa, saat itu dia mengaku terinspirasi dari facebook, dilanjutkan dengan situs translator, online game dan masih banyak lagi. “Saya memang terbiasa untuk memiliki mindset inovatif dan selalu merasakan challenge baru ketika ide mulai bermunculan, mungkin itulah yang membuat saya menjadi pribadi yang selalu inovatif”, kata Niko Wiradinata yang juga merupakan alumni dari Universitas Widya Mandala Surabaya.

Sejak proyek pertama itu, Niko terus mendapat permintaan untuk membuat desain dan implementasi inovasi lainnya yang tidak hanya berupa software lagi, namun juga banyak konsep bisnis dan juga strategi inovasi bisnis yang semakin canggih. Untuk hal ini Niko Wiradinata sering disebut-sebut sebagai Business Innovator dan sering diundang di beberapa stasiun televisi nasional dan juga radio untuk berbagi mengenai inovasi bisnis. Bahkan, Niko sempat ditawari membuat inovasi hacking, namun Niko menolak karena hal itu dapat digunakan untuk tindakan kriminal. Selanjutnya, Niko juga pernah membuat konsep inovasi untuk sistem airport, pabrik dan masih banyak lagi. Niko kini adalah pemilik usaha Dunplex Group, bisnis jasa inovasi bisnis, software dan juga perdagangan komoditas yang mendunia dan sudah melayani permintaan dari seluruh penjuru bumi.(mel)

Related Articles