Bisnis Jatim

Festiva Babad Peniwen, Kenali kehidupan Desa Melalui Budaya

 Breaking News
  • Mudiani Terus Bergerak Blusukan ke Pelosok Bojonegoro, bisnisjatim.co – Caleg DPR RI, Dapil IX, Bojonegoro-Tuban, Mudiani terus bergerak mendekati masyarakat. Bertepatan dengan Debat Cawapres politisi asal PDI Perjuangan ini menggelar nonton bareng bersama para pendukungnya di...
  • Singgasana Surabaya Raih 3 Penghargaan di Festival Rujak Uleg Bisnisjatim.co -Dalam rangka Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) yang ke 726, Pemkot Surabaya kembali menggelar Festival Rujak Uleg pada hari Minggu, 17 Maret 2019 di kawasan Kya-Kya, Jl. Kembang Jepun...
  • Amar Bank Salurkan Pinjaman Dana 1 Triliun Bisnisjatim.co -Bank Berpredikat Sehat kategori Aset di bawah Rp 2 Triliun memberikan paparan mengenai layanan fintech untuk BPR dan BPR Syariah di Surabaya dalam rangka berbagi pengalaman mengembangkan Fintech in...
  • Siaran Pers: KAWASAN TIMUR; DESTINASI INVESTASI BARU KOTA SYDNEY Sejak kota Sydney dibangun pada tahun 1778, kawasan pinggiran timur Sydney adalah pinggiran kota yang paling awal dikembangkan dan merupakan kawasan bergengsi, dari pantai Bondi hingga Bellevue Hill, sehingga kita...
  • Warga Bekasi Makin Mudah Cari Info tentang SNI Bekasi, Bisnisjatim.co -Badan Standardisasi Nasional (BSN) meresmikan Kantor Layanan Teknis (KLT) di Bekasi, Jawa Barat, pada selasa (26/02/2019). Ini merupakan KLT yang ke-3, setelah pada tahun 2017, BSN meresmikan KLT...

Festiva Babad Peniwen, Kenali kehidupan Desa Melalui Budaya

Festiva Babad Peniwen, Kenali kehidupan Desa Melalui Budaya
January 02
09:40 2019

Malang, Bisnisjatim.co – Gelaran Festiva Babad Peniwen yang di inisiasi oleh Komunitas Wisata Budaya Desa Peniwen (WBDP) mengajak masyarakat melestarikan tradisi budaya lokal dengan mengajak hidup bersama selama beberapa hari dengan kehidupan perdesaan.

Kegiatan yang bertajuk Gesang Selaras yaitu selaras dengan alam dan selaras dengan sesama berlangsung pada 27-30 Desember 2018 didesa Peniwen, Kecamatan Kromengan Kabupaten Malang.

Rangkaian kegiatan Festival Babad Peniwen ini merupakan kerjasama antara WBDP, LPPM Universitas Ciputra, Musium Gubug Wayang Mojokerto dan GKJW Jemaat Peniwen. Desa Peniwen memiliki kekhasan penduduknya 99 % adalah penganut Kristen Protestan.

Kegiatan ini yang mengedapkan kehidupan perdesaan dengan tradisi Kristen, pada pembukaan diawali dengan Pagelaran Wayang Babad Peniwen yang dibawakan oleh Dalang Kreatif Ki Wahyu Dunung Raharjo, S.Sn asal Sukoharjo, Jawa Tengah.

Ki Dunung menjelaskan bahwa cerita Wayang Babad Peniwen mengupas Kyai Zangkioes Kasanawi yang merupakan tokoh utama dalam lahirnya desa Peniwen pada tahun 1830. Wayang ini di “Ide cerita pagelaran ini dimulai dari hijrah-nya Kyai Zangkeos beserta kawan-kawanya ke Hutan Peniwen pada tahu 1800-an.

Sebuah misi mulia untuk membuka hutan guna kesejahteraan masyarakat dilaksanakan bukan dengan tantangan” ungkap Ki Dunung Pada kesempatan yang sama Didik Baskoro selaku Ketua WBDP menjelaskan konsep kegiatan ini para pengunjung akan merasakan kehidupan layaknya warga desa setempat selama beberapa hari. Pengunjung akan merasakan sensasi bertani maupun berkegiatan di sawah.

“kegiatan Festival Babad Peniwen ini adalah upaya untuk menggali kembali nilai-nilah luhur kristiani yang telah tertanam di desa Peniwen yang bisa dirasakan masyarakat luar desa Peniwen” papar Didik Festival Babad Peniwen juga menyajikan Galeri Injil yang menampilakan 80 lukisan yang bercerita tentang rangakaian kehidupan Yesus Kristus dalam Injil Perjanjian baru.

Selain itu terdapat dolanan tradisonal selama festival berlangsung seperti dakon, angkle, engrang, gebuk bantal dan membuat mainan dari daun kelapa yang dipandu kader WBDP. (*)

Related Articles