Bisnis Jatim

Kota dan Konstruksi Kesunyian

 Breaking News
  • Mudiani Terus Bergerak Blusukan ke Pelosok Bojonegoro, bisnisjatim.co – Caleg DPR RI, Dapil IX, Bojonegoro-Tuban, Mudiani terus bergerak mendekati masyarakat. Bertepatan dengan Debat Cawapres politisi asal PDI Perjuangan ini menggelar nonton bareng bersama para pendukungnya di...
  • Singgasana Surabaya Raih 3 Penghargaan di Festival Rujak Uleg Bisnisjatim.co -Dalam rangka Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) yang ke 726, Pemkot Surabaya kembali menggelar Festival Rujak Uleg pada hari Minggu, 17 Maret 2019 di kawasan Kya-Kya, Jl. Kembang Jepun...
  • Amar Bank Salurkan Pinjaman Dana 1 Triliun Bisnisjatim.co -Bank Berpredikat Sehat kategori Aset di bawah Rp 2 Triliun memberikan paparan mengenai layanan fintech untuk BPR dan BPR Syariah di Surabaya dalam rangka berbagi pengalaman mengembangkan Fintech in...
  • Siaran Pers: KAWASAN TIMUR; DESTINASI INVESTASI BARU KOTA SYDNEY Sejak kota Sydney dibangun pada tahun 1778, kawasan pinggiran timur Sydney adalah pinggiran kota yang paling awal dikembangkan dan merupakan kawasan bergengsi, dari pantai Bondi hingga Bellevue Hill, sehingga kita...
  • Warga Bekasi Makin Mudah Cari Info tentang SNI Bekasi, Bisnisjatim.co -Badan Standardisasi Nasional (BSN) meresmikan Kantor Layanan Teknis (KLT) di Bekasi, Jawa Barat, pada selasa (26/02/2019). Ini merupakan KLT yang ke-3, setelah pada tahun 2017, BSN meresmikan KLT...

Kota dan Konstruksi Kesunyian

Kota dan Konstruksi Kesunyian
December 23
14:51 2018

Surabaya, bisnisjatim.co – Bengkel Muda Surabaya (BMS) menggelar aksi kesenian dan budaya, memberikan semacam catatan terhadap permasalahan kota, Surabaya khususnya dan kota-kota Indonesia umumnya, Sabtu (22/12) malam.

Bertempat di Balai Pemuda Surabaya, aksi tersebut diberi tajuk ‘Kota dan Konstruksi Kesunyian’ berupa pertunjukan berdurasi kurang lebih 120 menit. Pertunjukan ini menyajikan sebuah orkestra dari berbagai unsur seni.

“Aksi tersebut merupakan pertunjukan kompilasi dari berbagai macam disiplin kesenian seperti tari, teater, musik, senirupa, film dan sastra, yang mencoba merespon kondisi dan kesibukan sebuah kota.

Aktor dari BMS saat menunjukan aksinya di Balai Budaya Surabaya

Masing-masing pelaku mengekspresikan hasil renungannya dari kondisi kota yang kompleks, termasuk didalamnya persoalan ekonomi, politik, budaya, termasuk pula permasalahan akses (serbuan,red) informasi global,” jelas Wali Muhammad, Ketua Panitia pertunjukan ‘Kota dan Konstruksi Kesunyian’.

Lebih lanjut Wali mengungkapkan, pertunjukan yang juga menampilkan aksi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini itu dimaknai sebagai ruwatan -membarui ‘kekeliruan’ lama- baik alam maupun tangan manusia, agar memberikan daya hidup kemanusiaan dalam dinamika kesibukan kota.

Mawas diri terhadap kapitalisasi dan komersialisasi kesenian yang selalu memikirkan untung rugi semata tanpa mengindahkan kesetaraan hak dan kesempatan.

“Pertunjukan ini tidak membagi cerita kecuali dimaksudkan untuk mencari landasan baru terciptanya kesenian urban (urban art,red). Mencoba menjawab tantangan warga kota agar seni tidak dipersepsi sebagai sebuah kesia-siaan yang membebani tapi menjadi potensi yang berkontribusi terhadap perkembangan sebuah kota,” jelas Wali.

Sementara itu, Ketua Bengkel Muda Surabaya Heroe Budiarto menuturkan, meski di tengah-tengah arus global, sebagai insan yang menggeluti di bidang seni dan budaya harus selalu terbuka, waspada dan lebih giat belajar serta mengasah kepekaan sosial. Kendati muncul istilah industri kreatif, badan ekonomi kreatif, revolusi indutri kreatif 4.0 dan masih banyak istilah seabrek lainnya.

“Kami menyakini bahwa perkembangan tersebut tidak boleh lepas meninggalkan aspek sosial, memanusiakan manusia. Menghargai manusia bagian dari perubahan atau peradaban. Tidak berpaling karena melesatnya teknologi dan hati nurani tidak menjadi peka dan terasah,” ujar Heroe.

Related Articles