Bisnis Jatim

Muslimat NU dan YAICI Rekomendasikan Iklan SKM Sebagai Susu Dihapuskan

 Breaking News
  • Wujud Nyata Komitmen Indosat Ooredoo pada Pendidikan Jakarta, Bisnisjatim.co -Indosat Ooredoo, dengan visinya menjadi perusahaan telekomunikasi digital terdepan, memberikan donasi 1.400 komputer untuk mendukung pendidikan dan pemberdayaan sumber daya manusia di Indonesia. Hal ini sejalan dengan dua...
  • Siaran Pers: BLACK DINNER 2019 Surabaya, bisnisjatim.co -“Kasih Sayang tidak hanya special pada Tgl 14 February saja, Valentine Day”. Gunawangsa Hotel Manyar mengangkat momen yang lebih universal tentang memaknai pentingnya Hari Kasih Sayang; Hubungan antara...
  • Hadapi Masa Pemulihan Pasien Demam Berdarah Gunakan Wakasa Gold atau W Sun Wakasa Jakarta (bisnisjatim.co) – Awal tahun 2019 ini, sejumlah daerah di Indonesia melaporkan banyaknya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mewabah daerah tersebut. Hingga 22 Januari 2019 lalu, tercatat 34 warga di...
  • Valentine, Hotel Singgasana Surabaya Siapkan 2 Tempat Romantis Surabaya, bisnisjatim.co -Untuk menyambut datangnya hari kasih sayang Valentine, Singgasana Hotel Surabaya menyiapkan paket dinner mulai Rp 100 ribuan dengan lokasi Romantis. Virtaloka, PR Manager Hotel Singgasana Surabaya mengatakan Spesial hari valentine, kami menyediakan pilihan...
  • Karimun Club Surabaya Goes To Madura Island Surabaya, bisnisjatim.co -Membuat suatu komunitas bergairah dan selalu antusias dalam setiap kegiatan tidaklah mudah. Namun hal ini mampu dilakukan Karimun Club Surabaya (KCS) untuk membuat para anggota komunitasnya selalu bersemangat...

Muslimat NU dan YAICI Rekomendasikan Iklan SKM Sebagai Susu Dihapuskan

Muslimat NU dan YAICI  Rekomendasikan Iklan SKM Sebagai Susu Dihapuskan
December 02
20:57 2018

Surabaya, bisnisjatim.co -Pengurus Pusat Muslimat NU dan PW Muslimat NU Surabaya merekomendasikan agar iklan SKM yang menyebutkan sebagai susu dan disajikan sebagai minuman tunggal agar dihapuskan baik di media massa maupun tayangan di media televisi. BPOM diminta tegas menindak produsen SKM yang terus-menurus mengiklankan SKM sebagai susu.

Rekomendasi itulah yang mengemuka dalam diskusi “Membangun Generasi Emas Indonesia 2045, Bijak menggunakan SKM.” di SMA Khadijah, Surabaya, Jawa Timur, Minggu, (2/12/2018). Diskusi digelar oleh YAICI bekerja sama dengan Muslimat NU.

“Iklan SKM sebagai susu sudah mengelabui kita puluhan tahun, saatnya iklan itu dihapuskan. BPOM juga harus tegas menindak produsen yang melecehkan aturan,” kata Ketua PW Muslimat NU Jawa Timur Masruroh Wahid di hadapan 200 anggota Muslimat NU Surabaya.

Muslimat mempertanyakan kenapa hingga kini produsen SKM terang-terangan menggiklankan SKM sebagai susu. Padahal sudah ada aturan yang jelas dari BPOM bahwa produk ini tidak cocok untuk bayi di bawah 12 tahun, bukan pengganti ASI dan bukan satu-satunya sumber gizi.

“Kalau produsen berani beriklan tidak jujur, tidak sesuai dengan peruntukan berarti ada yg salah dengan kebijakan,” kata Masruroh.

Menanggapi hal itu, Yuli Ekowati, Ahli Madya Pengawas Farmasi dan Makanan BPOM Provinsi Jawa Timur mengatakan, adalah tugas ibu-ibu melaporkan ke badan POM jika ada produsen yang tidak mengikuti aturan sehingga BPOM bisa menindak.

Ia menjelaskan, BPOM kadang tidak mengekpose kasus-kasus yang ditangani karena takut menimbulkan keresahan. “Tapi jika sudah keterlaluan BPOM akan memberitahukan secara terang-terangan,” kata Yuli.

Menjawab pertanyaan apakah iklan SKM bisa dihabiskan, Yuli balik bertanya, bagaimana cara menghapuskannya? Ibu-ibu Muslimat nyeletuk ,”MatikanTV.”
“Ya saya setuju, yg paling efektif adalah ibu-ibu tidak menonton TV,” ujarnya.

BPOM, kata Yuli, tidak punya dana untuk membuat iklan karena biayanya mahal. Karena itu dibutuhkan bantuan masyarakat, khususnya ibu-ibu Muslimat untuk membantu menyampaikan informasi tentang SkM bukan susu kepada jemaah di wilayah masing-masing.

Sementara itu, Ketua YAICI (Harian Yayasan Abhiparaya Insan Cendikia Indonesia) Arif Hidayat, narasumber yang berbicara tentang komunikasi iklan menyatakan, kenapa ibu-ibu mempersespsikan bahwa SKM adalah susu karena iklan yang dibuat produsen mengkomunikasikan tentang SKM sebagai susu. Iklan juga memvisualisasikan keluarga bahagia, anak yang lincah dan sehat, tengah minum SKM. Pesan yang disampaikan pun SKM disebut minuman yang bernutrisi, bergizi dan baik untuk pertumbuhan.

“Iklan SKM sebagai susu sudah ada sejak hampir seabad silam dan tertanam kuat dibenak masyarakat Indonesia sebagai susu bernutrisi,” ujar Arif.

Padahal, lanjut Arif, kandungan SKM yang diproduksi di Indonesia protein 2,3% lebih rendah dari ketentuan BPOM 6,5 persen, dan ketentuan WHO 6,9 %. Begitupun kandungan gula lebih tinggi yakni diatas 50%, padahal WHO mensyaratkan 20 persen.

“Jadi kalau minum SKM, bukan minum susu, tapi minum gula rasa susu,” ujar Arif.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur Kohar Hari Santoso menyatakan, SKM hanya cocok untuk topping bukan untuk pengganti ASI. Karena itu, konsumen perlu periksa kemasan. Baca label cek juga no.izin edar/produksi.

Menurut dia, saat ini bukan hanya gizi buruk yang sedang di hadapi di Indonesia, melainkan gizi ganda. Lebih banyak penyakit tidak menular daripada penyakit menular. Penyakit tidak menular seperti diabetes, jantung, stroke dan obesitas. Penyakit tidak menulat disebabkan karena salah pola konsumsi dan gaya hidup tidak sehat.

“Saya mengapresiasi kegiatan sosialisasi SkM bukan susu, karena ini sangat penting agar masyarakat bisa teredukasi,” kata Kohar.

Sementara itu, Ketua VII Bidang Kesehatan Sosial PP Muslimat NU Erna Yulia Soefihara, mengatakan PP Muslimat NU akan terus mendorong jamaah muslimat untuk mensosialisaikan bijak menggunakan SKM. “Karena jamaah muslimat NU kan mayoritas ibu-ibu yang memilki peran penting dalam hal edukasi. Minimal di dalam keluarga ia bisa menginformasikan masalah untuk perbaikan gizi anak dan pencegahan stunting.” kata Erna. (*)

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment