Bisnis Jatim

Kemenhub Kembangkan Pemberdayaan Masyarakat

 Breaking News
  • Siaran Pers: BPJS Kesehatan Surabaya Tambah Fasilitas Kesehatan Surabaya, bisnisjatim.co – Dalam meningkatkan dan meluaskan pelayanan pada peserta program JKN-KIS, BPJS Kesehatan Cabang Surabaya terus berupaya melakukan penambahan kerjasama dengan berbagai Fasilitas Kesehatan (faskes), maupun Optik sebagai pendukung...
  • Siaran Pers: Repnas Jatim Perkuat Suara UMKM Surabaya, bisnisjatim.co -Relawan Pengusaha Muda Nasional (Repnas) Jawa Timur memperkuat suara kalangan usaha mikro, kecil, dan menengah sebagai upaya memenangkan pasangan Joko Widodo-KH Ma’ruf Amin di Pemilihan Presiden 2019. “Kami...
  • Siaran pers: Hush Puppies Adakan Campaign Roadshow Surabaya, bisnisjatim.co -Sebagai merek pakaian, tas, sepatu dan aksesoris ternama dari Amerika Serikat, hadir di Indonesia secara exclusive oleh PT Transmarco Asia untuk memenuhi kebutuhan akan gaya casual dengan kualitas...
  • Video: KAI Siapkan Kereta Natal Dan Tahun Baru PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan 394 perjalanan KA masa Angkutan Natal dan Tahun Baru 2019 ini, terdiri atas 346 perjalanan kereta api reguler serta 48 perjalanan kereta api tambahan...
  • Ibis Budget Tetap Konsisten Dengan Budaya Indonesia Surabaya, Bisnisjatim.co -Terlihat para wanita memakai baju batik berada di dalam Warung Pati Ibis Budget HR Muhammad Surabaya. Pakaian itu ternyata sengaja untuk dikenakan menyambut hari jadi ke 1 Waroeng Pati....

Kemenhub Kembangkan Pemberdayaan Masyarakat

Kemenhub Kembangkan Pemberdayaan Masyarakat
November 24
17:18 2018

Surabaya, bisnisjatim.co -Menindaklanjuti Memorandum of Understanding (MoU) yang telah ada antara Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI, dilakukan kesepakatan kerja sama antara ITS dengan Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya di bidang pemberdayaan masyarakat, pendidikan, penelitian bersama (joint research) dan pengabdian kepada masyarakat. Penandatanganan kesepakatan ini dilakukan di Rektorat ITS, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (23/11).

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemenhub RI Ir Umiyatun Hayati Triastuti MSc mengatakan, adanya kerja sama antara kementerian dan perguruan tinggi (PT) ini sebagai bagian dari tugas Unit Pelaksana Teknis (UPT), yaitu pendidikan dan pelatihan. “MoU sudah dilakukan sebelumnya antara pak Menhub (Ir Budi Karya Sumadi, red) dengan pak Rektor (Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD, red), sebagai tindak lanjut dari program Kemenhub, yakni Diklat Pendidikan dan Pelatihan,” jelasnya.

Umiyati mengungkapkan, adanya target Diklat Pendidikan dan Pelatihan (DPM) hingga 165 ribu orang di tahun depan, membuat Menhub mengarahkan dirinya dan tim agar berkolaborasi dengan perguruan tinggi (PT) yang ada di Indonesia, salah satunya dengan ITS. “Sehingga jangan sampai ada daerah yang tertinggal dari program DPM, apalagi sampai salah sasaran,” sambungnya.

Ia menerangkan, DPM di Kemenhub ini diarahkan untuk meningkatkan kinerja safety (keselamatan) pada bidang transportasi, karena safety merupakan aspek utamanya. Selain itu, DPM ini juga sebagai pengembangan masyarakat, supaya masyarakat yang beruntung bisa mendapatkan akses pekerjaan pada bidang keahlian tertentu. “Sehingga ketika diperlukan, masyarakat bisa membantu program ini,” ujar perempuan berkacamata ini.

Sementara itu, Dirjen Kelembagaan Iptek dan Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Dr Ir Patdono Suwignjo yang turut hadir memberikan tanggapan bahwa kolaborasi seperti ini dilakukan dengan harapan hasilnya dapat lebih baik. “Agar nantinya juga dapat mendukung program pemerintah, perlu adanya dukungan dari berbagai pihak khususnya perguruan tinggi,” tuturnya. Ia juga menegaskan bahwa pada prinsipnya Kemenristekdikti sangat mendukung hal ini.

Menyikapi hal-hal di atas, Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MSc ES PhD mengatakan, akan segera menindaklanjuti kerja sama dengan Politeknik Pelayaran (Poltekpel) Surabaya ini. “Beberapa masyarakat yang terpilih pada bidang tertentu akan kami berikan pelatihan,” ujar Joni.

Guru besar Teknik Lingkungan ini juga menambahkan, untuk ke depannya lulusan ITS tidak hanya sekedar mendapat ijazah, namun juga diberikan sertifikasi sesuai keahlian. “Nantinya akan coba kami kembangkan melalui LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi, red) yang ada di ITS, sehingga dapat menunjang karir profesional mereka (lulusan ITS, red) pada bidangnya masing-masing,” pungkas Joni.

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment