Bisnis Jatim

Australia Gandeng Kemendikbud Luncurkan Program Baru

 Breaking News

Australia Gandeng Kemendikbud Luncurkan Program Baru

Australia Gandeng Kemendikbud Luncurkan Program Baru
November 08
08:08 2018

Surabaya, bisnisjatim.co -lnovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI), sebuah program kemitraan antara pemerintah Austraiia dan Indonesia, telah memilih 17 orgamsasn non-pemerintah (LSM dan yayasan) dan universitas atau Iembaga pendidikan ten_aga kependidikan (LPTK) sebagai mitra INOVASI dalam melaksanakan berbagai program rintusan peningkatan mutu pendidikan. Mitra-mitra tersebut adalah: CIS Timer, Dompet Dhuafa, Edukasi 101, Forum Lingkar Pena, Sahabat Pulau Indonesia, Jaringan Semua Murid Semua Guru, SIL‚ Taman Bacaan Pelangi, Universitas Bine Nusantara (BINUS), Universitas Borneo Tarakan (UST), Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya, Universitas Nadhlatul Ulama Surabaya (UNUSA), Universitas Negeri Makassar (UNM), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Yayasan Literasi Anak Indonesia (YLAI), dan Yayasan Sulinama.

Kemitraan ini secara resmi diluncurkan pada acara Seminar Partnerships for Learning ll yang diselenggarakan minggu ini di Surabaya. Hadir pada kesempatan tersebut perwakilan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yaitu Kepala Pusat Penilaian Pendidikan, Baden Penelitian dan Pengembangan, Moch Abduh, PhD, dan Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Baden Penelitian dan Pengembangan, Dr. Awaluddin Tjalla. Selain itu, hadir pula perwakilan pemerintah provinsi dan kabupaten mitra INOVASI, para mitra terpilih, serta para praktisi dan penggiat pendidikan.

Sejalan dengan berbagai program rintisan (pilot) yang seat ini dilaksanakan oleh INOVASI, kemitraan baru ini akan menjadi upaya untuk turut meningkatkan hasil belajar siswa dalam bidang literasi dan numerasi di provinsi-provinsi mitra INOVASI, yaitu Jawa Timur, Kalimantan Utara, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat. Peningkatan mutu di jenjang pendidikan dasar pada akhirnya akan turut berkontribusi meningkatkan mutu sumber daya manusia Indonesia dan masa depan yang Iebih cerah bagi generasi penerus bangsa.

Kemitraan INOVASI dengan 17 mitranya tersebut akan berlangsung selama 9-12 bulan. Bidang-bidang yang menjadi fokus utama program rintisan yang dilaksanakan oleh para mitra INOVASI termasuk, misalnya‚ pelatihan guru dalam hal kemampuan literasi dan numerasi dasar, pendidikan inklusif, kepemimpinan yang berpihak pada pembelajaran, pemberdayaan orang tua dan keterlibatan masyarakat, perpustakaan yang ramah anak, dan beberapa inisiatif Iainnya yang dilakukan guna memperkuat kemampuan literasi dan numerasi siswa kelas awal SD/Ml. Seluruh program rintisan tersebut akan dipantau oleh INOVASI, selain itu hasil dan kemajuan yang dicapai akan INOVASI informasikan langsung kepada para pembuat kebijakan terkait, baik itu di tingkat pusat maupun daerah.

Mark Heyward, Direktur Program INOVASI mengatakan‚ “Kemitraan baru ini akan membantu memperluas kegiatan INOVASI di kabupaten mitranya, dan akan turut berkontribusi dalam menghasilkan bukti-bukti dan pendekatan yang efektif meningkatkan kemampuan literasi dan numerasn siswa SD/MI. Program rintisan yang dilakukan melalui kemitraan ini juga menjadi bentuk upaya kami dalam memperluas jangkauan program dan juga agar semakin banyak beranggapan orang tua, masyarakat, dan tenaga kependidikan setempat. Para pemangku kepentmgan mi memainkan peran kunci dalam meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia.”

Chris Bames, Konsul Jenderal Australia di Surabaya, turut berbicara tentang pentingnya kemitraan baru ini dan juga peluncuran resmi dari kemitraan tersebut. “Melalui kena same dengan berbagai organisasi pendidikan di daerah, INOVASI akan memperkuat upaya peningkatan mutu pembelajaran di kelas. Para mitra baru im” akan turut berkontribusi terhadap kebijakan dan praktik pendidikan yang lebih baik lagi. Pengalaman berharga dan pengetahuan yang dimiliki masing-masing mitra, tentu akan berkontribusi terhadap keberhasilan program rintisan yang dilakukan. Acara peluncuran pada seminar minggu ini menjadi kesempatan bagi para mitra untuk berkumpul, dan akan menjadi kesempatan berharga untuk mendorong keterlibatan dan kolaborasi antara lembaga pendidikan, LSM dan pemerintah daerah.”

Related Articles

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment