Bisnis Jatim

Anak Muda Kota Surabaya Gandrungi Ludruk

 Breaking News
  • Mudiani Terus Bergerak Blusukan ke Pelosok Bojonegoro, bisnisjatim.co – Caleg DPR RI, Dapil IX, Bojonegoro-Tuban, Mudiani terus bergerak mendekati masyarakat. Bertepatan dengan Debat Cawapres politisi asal PDI Perjuangan ini menggelar nonton bareng bersama para pendukungnya di...
  • Singgasana Surabaya Raih 3 Penghargaan di Festival Rujak Uleg Surabaya, Bisnisjatim.co -Dalam rangka Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) yang ke 726, Pemkot Surabaya kembali menggelar Festival Rujak Uleg pada hari Minggu, 17 Maret 2019 di kawasan Kya-Kya, Jl. Kembang...
  • Amar Bank Salurkan Pinjaman Dana 1 Triliun Bisnisjatim.co -Bank Berpredikat Sehat kategori Aset di bawah Rp 2 Triliun memberikan paparan mengenai layanan fintech untuk BPR dan BPR Syariah di Surabaya dalam rangka berbagi pengalaman mengembangkan Fintech in...
  • Siaran Pers: KAWASAN TIMUR; DESTINASI INVESTASI BARU KOTA SYDNEY Sejak kota Sydney dibangun pada tahun 1778, kawasan pinggiran timur Sydney adalah pinggiran kota yang paling awal dikembangkan dan merupakan kawasan bergengsi, dari pantai Bondi hingga Bellevue Hill, sehingga kita...
  • Warga Bekasi Makin Mudah Cari Info tentang SNI Bekasi, Bisnisjatim.co -Badan Standardisasi Nasional (BSN) meresmikan Kantor Layanan Teknis (KLT) di Bekasi, Jawa Barat, pada selasa (26/02/2019). Ini merupakan KLT yang ke-3, setelah pada tahun 2017, BSN meresmikan KLT...

Anak Muda Kota Surabaya Gandrungi Ludruk

Anak Muda Kota Surabaya Gandrungi Ludruk
November 05
10:21 2018

Anak anak muda di Surabaya ada kecenderungan gandrungi seni ludruk, kesenian asli Suroboyo ini sudah lama terpinggirkan bahkan tersingkirkan.

Setelah sukses digeber di panggung Orasi Budaya yang diselenggarakan dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober lalu, ludruk bertajuk ‘Lautku, Lautmu, Laut Kita’ kembali disajikan secara khusus dan dalam format lengkap pada Sabtu (3/11).

Pertunjukan ludruk selama 90 menit yang didominasi pemain anak-anak ini juga masih dipentaskan di Balai Budaya, Kompleks Balai Pemuda Surabaya. “Kali ini pementasannya dalam versi yang lengkap,” tegas Meimura, penulis cerita sekaligus sutradara ludruk dalam cerita ‘Lautku, Lautmu, Laut Kita’ saat dijumpai disela sela pentas acara.

Meimura menjelaskan bahwa cerita ludruk kali ini mengeksplorasi kekayaan laut Tanah Air yang selama ini tak pernah diangkat ke panggung ludruk.

“Selama ini cerita ludruk hanya bertutur soal daratan. Padahal negeri ini dikelilingi oleh laut,” tuturnya.

Fakta itu pula yang membuat Meimura untuk menyiapkan cerita seputar kekayaan laut Indonesia. “Saya ingin memapar bahwa Indonesia bukan hanya daratan. Cerita ini juga untuk menunjukkan kecintaan kita pada laut dan segala isinya,” imbuhnya.

Meski didominasi pemain anak-anak, Meimura menyatakan tak mengalami kesulitan saat menyajikan ludruk ‘Lautku, Lautmu, Laut Kita’. Sebab, lanjut Meimura, saat ini sudah banyak anak-anak yang menunjukkan minatnya gabung dalam pementasan seni ludruk.

Meimura lalu menunjuk dua wadah kesenian ludruk yang diajaknya turut gabung dalam pementasan kali ini, yaitu Sanggar Medang Taruno Budoyo, dan Pusat Olahseni Budaya Mulyorejo Enterprise. “Sanggar seperti ini banyak mendidik anak-anak berkesenian ludruk,” paparnya.

Diungkapkan pula, belakangan memang banyak lembaga pendidikan yang memberi perhatian serius pada kesenian ludruk. Fenomena ini pula yang membuat Meimura memberi apresiasi pada kepedulian yang diberikan lembaga pendidikan tersebut.

“Sebelum pementasan ludruk nanti akan saya serahkan piagam penghargaan pada 16 SD negeri dan swasta yang punya ekstrakulikuler seni ludruk,” ucapnya.

Kepedulian itu pula yang membuat Meimura meyakini kesenian ludruk tidak akan hilang dari Kota Surabaya. “Pendidikan seni ludruk di lembaga pendidikan ini wujud keinginan banyak pihak khususnya penyelenggara pendidikan agar seni ludruk tidak punah,” tandasnya.

Efeknya, menurut Meimura, pentas-pentas ludruk yang disajikan di tobong ludruk di Gedung Kesenian THR selalu dipenuhi penonton yang sebagian besar adalah anak-anak dan remaja. “Semangat ini harus terus kita jaga agar seni ludruk tetap hadir di Surabaya,” pungkasnya.

Related Articles