Bisnis Jatim

Rupiah Makin Menguat

 Breaking News
  • Mudiani Terus Bergerak Blusukan ke Pelosok Bojonegoro, bisnisjatim.co – Caleg DPR RI, Dapil IX, Bojonegoro-Tuban, Mudiani terus bergerak mendekati masyarakat. Bertepatan dengan Debat Cawapres politisi asal PDI Perjuangan ini menggelar nonton bareng bersama para pendukungnya di...
  • Singgasana Surabaya Raih 3 Penghargaan di Festival Rujak Uleg Bisnisjatim.co -Dalam rangka Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) yang ke 726, Pemkot Surabaya kembali menggelar Festival Rujak Uleg pada hari Minggu, 17 Maret 2019 di kawasan Kya-Kya, Jl. Kembang Jepun...
  • Amar Bank Salurkan Pinjaman Dana 1 Triliun Bisnisjatim.co -Bank Berpredikat Sehat kategori Aset di bawah Rp 2 Triliun memberikan paparan mengenai layanan fintech untuk BPR dan BPR Syariah di Surabaya dalam rangka berbagi pengalaman mengembangkan Fintech in...
  • Siaran Pers: KAWASAN TIMUR; DESTINASI INVESTASI BARU KOTA SYDNEY Sejak kota Sydney dibangun pada tahun 1778, kawasan pinggiran timur Sydney adalah pinggiran kota yang paling awal dikembangkan dan merupakan kawasan bergengsi, dari pantai Bondi hingga Bellevue Hill, sehingga kita...
  • Warga Bekasi Makin Mudah Cari Info tentang SNI Bekasi, Bisnisjatim.co -Badan Standardisasi Nasional (BSN) meresmikan Kantor Layanan Teknis (KLT) di Bekasi, Jawa Barat, pada selasa (26/02/2019). Ini merupakan KLT yang ke-3, setelah pada tahun 2017, BSN meresmikan KLT...

Rupiah Makin Menguat

Rupiah Makin Menguat
November 03
00:16 2018

Jakarta, bisnisjatim.co – Nilai tukar rupiahterhadap dolar Amerika Serikat (AS) menguat menjelang akhir pekan ini. Bahkan rupiah kembali tembus level 14.995 per dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat 1,14 persen ke posisi 14.995 per dolar AS pada Jumat (2/11/2018).

Pada pembukaan rupiah menguat 0,2 persen dari posisi 15.127 per dolar AS pada penutupan Kamis 1 November 2018 ke posisi 15.087 per dolar.

Sepanjang Jumat pekan ini, rupiah bergerak di posisi 14.955 per dolar AS. Rupiah sudah melemah 10,33 persen sepanjang tahun berjalan 2018.

Berdasarkan data RTI, rupiah bergerak di posisi 14.981 per dolar AS pada pukul 22.07 WIB. Sementara itu, berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 15.089 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan patokan sehari sebelumnya yang ada di angka 15.195 per dolar AS.

Bank Indonesia (BI) menilai, penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS didorong instrument BI mengenai aturan transaksi pasar non deliverable forward (NDF).,

“Mengenai perkembangan nilai tukar rupiah. Alhamdulillah dalam beberapa waktu terakhir itu stabil dan bahkan menguat. Saat ini (pagi tadi) rupiah kalau di pasar spotnya diperdagangkan sekitar Rp 15.090 per USD,” kata Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo saat ditemui di Kantornya, Jakarta, Jumat 2 November 2018.

Perry menyebut, penguatan terhadap nilai tukar rupiah ini juga diperkuat oleh instrumen BI mengenai aturan transaksi pasar Non Deliverable Forward (NDF) di dalam negeri atau Domestic Non Deliverable Forward (DNDF).

Dia menuturkan, sejak diberlakukan mulai 1 November 2018, DNDF mampu mendorong kecukupan likuiditas baik di pasar rupiah maupun valuta asing (valas).

Bahkan, hingga saat ini, kata dia sudah ada sebanyak 11 bank yang telah melakukan transaksi DNDF dari 30 bank yang menyatakan kesiapannya.

“Pergerakan pasar sangat bagus suplai dan demand bergerak jadi ini penguatan Rupiah itu adalah memang murni mekanisme pasar suplai dan demand. Oleh karena itu, saya sampaikan terimakasih kepada kalangan perbankan, pelaku pasar keuangan dan juga pelaku koorporasi yang memang secara aktif bertransaksi di pasar valas,” kata Perry. (lp/dap)

Related Articles