Bisnis Jatim

Perang Dagangan Kembali Tekan Wall Street

 Breaking News
  • Mudiani Terus Bergerak Blusukan ke Pelosok Bojonegoro, bisnisjatim.co – Caleg DPR RI, Dapil IX, Bojonegoro-Tuban, Mudiani terus bergerak mendekati masyarakat. Bertepatan dengan Debat Cawapres politisi asal PDI Perjuangan ini menggelar nonton bareng bersama para pendukungnya di...
  • Singgasana Surabaya Raih 3 Penghargaan di Festival Rujak Uleg Surabaya, Bisnisjatim.co -Dalam rangka Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) yang ke 726, Pemkot Surabaya kembali menggelar Festival Rujak Uleg pada hari Minggu, 17 Maret 2019 di kawasan Kya-Kya, Jl. Kembang...
  • Amar Bank Salurkan Pinjaman Dana 1 Triliun Bisnisjatim.co -Bank Berpredikat Sehat kategori Aset di bawah Rp 2 Triliun memberikan paparan mengenai layanan fintech untuk BPR dan BPR Syariah di Surabaya dalam rangka berbagi pengalaman mengembangkan Fintech in...
  • Siaran Pers: KAWASAN TIMUR; DESTINASI INVESTASI BARU KOTA SYDNEY Sejak kota Sydney dibangun pada tahun 1778, kawasan pinggiran timur Sydney adalah pinggiran kota yang paling awal dikembangkan dan merupakan kawasan bergengsi, dari pantai Bondi hingga Bellevue Hill, sehingga kita...
  • Warga Bekasi Makin Mudah Cari Info tentang SNI Bekasi, Bisnisjatim.co -Badan Standardisasi Nasional (BSN) meresmikan Kantor Layanan Teknis (KLT) di Bekasi, Jawa Barat, pada selasa (26/02/2019). Ini merupakan KLT yang ke-3, setelah pada tahun 2017, BSN meresmikan KLT...

Perang Dagangan Kembali Tekan Wall Street

Perang Dagangan Kembali Tekan Wall Street
October 30
08:44 2018

Jakarta, bisnisjatim.co –  Bursa saham Amerika Serikat ditutup melemah pada akhir perdagangan Senin (29/10/2018), menyusul kekhawatiran baru dari eskalasi ketegangan perdagangan AS-China dan penurunan tajam dalam sektor teknologi.

Indeks Dow Jones Industrial Average dtutup melemah 245,39 poin atau 0,99% ke level 24.442,92, sedangkan indeks Standard & Poor’s 500 kehilangan 17,44 poin atau 0,66% ke 2.641,25 dan Nasdaq Composite turun 116,92 poin atau 1,63% ke 7.050,29.

Setelah reli di pagi, kektiga indeks utama AS melemah tajam menyusul laporan Bloomberg bahwa Amerika Serikat sedang mempersiapkan untuk mengumumkan tarif pada semua impor China yang tersisa pada awal Desember jika pembicaraan bulan depan antara presiden Donald Trump dan Xi Jinping tidak berjalan mulus.

“Tentu saja pertempuran perdagangan ini berpotensi,” kata Mark Luschini, kepala strategi investasi di Janney Montgomery Scott, seperti dikutip Bloomberg.

Sektor teknologi dan saham pertumbuhan utama, seperti Amazon.com Inc., Alphabet Inc dan Netflix Inc., mencatat penurunan tajam. Sektor teknologi S&P 500 turun 1,8%.

Sektor industri, yang dipandang sensitif terhadap masalah perdagangan, turun 1,7%, dengan saham Boeing Co jatuh 6,6%.

“Keprihatinan tentang pertumbuhan global dan perdagangan global … terus menciptakan overhang bagi perusahaan AS dan ekuitas global,” kata Chad Morganlander, manajer portofolio senior di Washington Crossing Advisors.

“Saham pertumbuhan biasanya buruk dalam situasi perlambatan pertumbuhan global,” lanjutnya.

Volatilitas pasar telah melonjak dalam beberapa pekan terakhir, berasal dari suku bunga yang lebih tinggi dan kekhawatiran tentang ketegangan ekonomi dan perdagangan. Investor juga di dalam ketidakpastian seputar pemilihan kongres AS, yang sekarang tinggal seminggu lagi.

Dalam berita perusahaan, saham perangkat lunak Red Hat Inc melonjak 45,4% setelah menerima tawaran akuisisi dari IBM Corp sebesar US$34 miliar. Tetapi saham IBM turun 4,1%, membebani indeks Dow Jones dan S&P.

Pada Senin, data menunjukkan belanja konsumen AS naik untuk bulan ketujuh berturut-turut pada bulan September. Tetapi pendapatan mencatat kenaikan terkecil dalam lebih dari satu tahun di tengah pertumbuhan upah yang moderat, menunjukkan laju belanja saat ini tidak mungkin dipertahankan.

Related Articles