Bisnis Jatim

VIDEO: Sejarah Terlupakan, Gerbong Maut Surabaya

 Breaking News
  • Mudiani Terus Bergerak Blusukan ke Pelosok Bojonegoro, bisnisjatim.co – Caleg DPR RI, Dapil IX, Bojonegoro-Tuban, Mudiani terus bergerak mendekati masyarakat. Bertepatan dengan Debat Cawapres politisi asal PDI Perjuangan ini menggelar nonton bareng bersama para pendukungnya di...
  • Singgasana Surabaya Raih 3 Penghargaan di Festival Rujak Uleg Surabaya, Bisnisjatim.co -Dalam rangka Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) yang ke 726, Pemkot Surabaya kembali menggelar Festival Rujak Uleg pada hari Minggu, 17 Maret 2019 di kawasan Kya-Kya, Jl. Kembang...
  • Amar Bank Salurkan Pinjaman Dana 1 Triliun Bisnisjatim.co -Bank Berpredikat Sehat kategori Aset di bawah Rp 2 Triliun memberikan paparan mengenai layanan fintech untuk BPR dan BPR Syariah di Surabaya dalam rangka berbagi pengalaman mengembangkan Fintech in...
  • Siaran Pers: KAWASAN TIMUR; DESTINASI INVESTASI BARU KOTA SYDNEY Sejak kota Sydney dibangun pada tahun 1778, kawasan pinggiran timur Sydney adalah pinggiran kota yang paling awal dikembangkan dan merupakan kawasan bergengsi, dari pantai Bondi hingga Bellevue Hill, sehingga kita...
  • Warga Bekasi Makin Mudah Cari Info tentang SNI Bekasi, Bisnisjatim.co -Badan Standardisasi Nasional (BSN) meresmikan Kantor Layanan Teknis (KLT) di Bekasi, Jawa Barat, pada selasa (26/02/2019). Ini merupakan KLT yang ke-3, setelah pada tahun 2017, BSN meresmikan KLT...

VIDEO: Sejarah Terlupakan, Gerbong Maut Surabaya

August 22
19:34 2017

Surabaya, bisnisjatim.co -Surabaya yang sangat kental di kenal sebagai Kota Pahlawan ini mempunyai peninggalan-peninggalan berserajarah penjajahan Belanda. Salah satu yang masih berdiri adalah gerbong kereta api berwarna hitam yg di kenal sebagai gerbong maut yang terletak di sekitaran museum Juang 45 Surabaya.

Kejadian berawal pada Sabtu, 23 Maret 1947 pukul 04.00 WIB ketika sekitar 100 orang yang terdiri dari anggota Tentara Rakyat Indonesia (TRI), tahanan rakyat, gerakan bawah tanah dan polisi dibangunkan serta dikumpulkan di depan penjara.

Phoyo: jul

Mereka dibawa dari Stasiun Bondowoso menuju ke Stasiun Wonokromo Surabaya, karena para tahanan itu akan dipindahkan ke tahanan di Bubutan. Mereka diangkut dengan tiga gerbong, yaitu gerbong bernomor GR 5769 yang diisi 32 orang, gerbong bernomor GR 4416 diisi 30 orang. Sedangkan sisanya berebut masuk di gerbong bernomor GR 10152 karena panjang dan masih baru.

Perjalanan mereka membutuhkan waktu 16 jam perjalanan. Setelah tiba di Stasiun Wonokromo sekitar pukul 20.00 WIB, tahanan itu banyak yang mati.

Salah satu dari gerbong ke tiga semua tahanan itu meninggal karena gerbong itu sebenarnya gerbong barang, sehingga tidak ada udara masuk selama perjalanan.

Kini, gerbong saksi bisu yang terdiri dari tiga rangkaian itu telah menjadi monumen di tiga kota. Gerbong pertama berada di Alun-alun Bondowoso, gerbong kedua ada di Museum Brawijaya Kota Malang dan satu gerbong berada di area Museum Gedung Juang 45 Surabaya.

Saat kami berkunjung ke gerbong maut itu, Selasa, (22/8), ternyata gerbong maut itu tidak terawat dan berada di antara semak belukar. Bahkan, dinding kereta itu juga sudah ditembok, seakan tidak ada yang mengurusi situs bersejarah pada masa perjuangan.

Bahkan, gedung gedung di area tersebut tidak terurus dan rusak, sedangkan halamannya disewakan untuk dijadikan tempat penjualan hewan kurban.

Ketua Dua Bidang Pendidikan Dewan Gema 45 Masril Jamalus mengatakan selama ini ada polemik kepengurusan dan saat ini sudah selesai, sehingga dalam waktu dekat pihaknya mengaku akan segera direnovasi.

Photo: jul

“Dulu belum sempat melakukan renovasi karena masih ada polemik, tapi kita akan melakukan renovasi dalam waktu dekat. Kalau masalah disewakan untuk hewan kurban saya kira tidak masalah karena tidak mengganggu,” ujarnya. (Jul)

Related Articles